Thursday, October 05, 2006

Tidur Pulas

Oahm..., ngantuk ! Gimane nggak ngantuk semalam sempat tidur cuma 1,5 jam terus bangun, eh nggak bisa tidur lagi, bisa2 tidur 2 jam kemudian, dan jam 07.50 udah bagun lagi, wah pala keleyeng-keleyeng. Berarti aku semalam praktis cuma menghabiskan waktu tidur 3 jam, kurang banget. Sebab kata orang bijak, manusia dewasa butuh waktu tidur antara 6-8 jam. Tapi kalau menilik (sebagian) apa yang dicuapkan Mr. Kack dalam ebook: How to sleep less and have more energy than you ever had before (Kacper M. Postawski, The Insomnia Terminator of WonderfulSleep.com, 2004), bukan soal jumlah jamnya 3,4,5 dan seterusnya, tapi yang terpenting adalah bagaimana mengelola kualitas tidur supaya tidur jadi pulas/deep. Sebab katanya lagi, dengan tidur yang pulas, kita bisa menjadi lebih sehat dan energik. Yang pada gilirannya akan mempengaruhi efektifitas kerja kita sehari-hari. So, kalau cuma 3-4 jam tidur kita bisa efektif kenapa harus menghabiskan 6-8 jam ?

Tak bisa disangkal tidur merupakan konsumsi vital bagi setiap manusia manakala kesadaran diri (otak) kita sudah sampai pada titik jenuh, pada saat itulah secara naluriah badan memberi sinyal bahwa kita harus segera untuk memasuki fase 'tidak-sadar' diri yaitu tidur untuk mengembalikan kesegaran/vitalitas yang sekian lama terpakai, ibarat aki, di-charge ulang. Kualitas tidur akan sangat mempengaruhi kualitas fase sadar kita. Kurang, badan pegal2, pusing, susah konsentrasi, sebaliknya kelebihan, juga sama tidak enaknya.


Nah, ini sebagian resep mengelola tidur jadi efektif menurut Mr. Kack:

Dapatkan sinar matahari secukupnya
Ritme/Pola suhu tubuh (body temperature rhythm/circadian rhythm) manusia memegang peran sangat penting dalam efektifitas tidur. Pagi hari biasanya suhu tubuh meningkat, kadang turun saat sore hari dan meningkat lagi saat beberapa jam menjelang malam. Untuk mereka yang punya pola suhu tubuh yang ekstrim akan lebih mudah tidur pulas daripada mereka yang pola suhu tubuhnya flat/mendatar (kurang befluktuasi, jarak tertinggi-terrendah kurang jauh). Pola ini mengikuti kebiasaan kita sehari-hari, jadi kalau kita biasa bangun pagi jam 7 pada saat itu suhu tubuh mulai naik. Jam berapapun, kita tidur pada malam sebelumnya maka kita akan merasa mengantuk pada jam yang sama pada malam berikutnya, kecuali ada hal-hal yang lain yang mempengaruhi suhu tubuh, pola ini akan tetap sama. Untuk mereka yang sering mengalami jet-lag, pasti merasakan akibat pola ini.

Sinar matahari, sebagai sumber cahaya terbesar di planet ini bisa digunakan untuk mempengaruhi ritme suhu tubuh. Sinar yang masuk ke mata kita akan sangat mempengaruhi ritme suhu tubuh. Suhu tubuh akan naik, dan tingkat melatonin (melatonin, hormon yang dihasilkan kelenjar dalam mata/retina bertugas mengontrol tidur dan pemulihan energi selama tidur. Dalam level yang tinggi, membuat kita merasa tidak nyaman dan kehilangan energi) menurun drastis.

Panas matahari juga dapat menahan laju penurunan suhu tubuh, karena itu efek sinar matahari membuat 'kesadaran' kita lebih tahan lama. Kekurangan sinar matahari akan menghasilkan tingkat melatonin yang tinggi, hal ini akan berakibat suhu tubuh rendah, mudah ngantuk dan lelah sepanjang hari. Ukuran jumlah seberapa banyak limpahan sinar matahari yang harus kita terima, Mr. Kac menyarankan pokoknya sebanyak yang kita mampu, dalam artian, dalam ambang batas tubuh kita masih bisa menerima, karena kalau kelamaan juga menyengat dan efek ultravioletnya juga berbahaya. So, ya menurut gue paling nggak jumlah menit kumulatifnya antara 15-30 menitan dalam sehari tubuh kita kena limpahan sinar matahari, apalagi kalau matahari pagi bisa lamaan lagi kali ya... Buat mereka yang bekerja hampir/selama seharian tidak kena sinar matahari, disarankan untuk mengatur meja kerja dekat sinar matahari atau sesekali keluar ruangan untuk menerima sinar matahari. Pencapaian suhu tubuh yang ekstrim juga bisa dipengaruhi tingkat intensitas aktifitas kita sehari2.

Olah raga
Olahraga dapat meningkatkan ritme suhu tubuh dan membantu tubuh mencapai suhu puncaknya. Mencegah ritme suhu tubuh yang datar. Setelah suhu mencapai puncaknya, ia akan menurun secara perlahan sampai pada akhirnya mencapai tingkat yang terendah. Ini yang membuat kita tidur lebih pulas tanpa sela. Diharapkan tingkat suhu terendah dicapai pada waktu sebelum tidur yaitu pada waktu sore hari. Karena itu orang yang aktifitasnya berlebih, cenderung mengantuk/tidur lebih awal. Jenis olahraga apa, berapa lama ? Mr. Kac tidak memerincinya, tapi menurut gue paling tidak olahraga yang membuat kita berkeringat lumayan banyak, kalau pakai kaos, ya basah gitulah.

Mr. Kac bilang hindari berolahraga 3 jam sebelum tidur. karena usai olahraga suhu masih lumayan panas/tinggi dan pastinya pada saat jam tidur seperti biasa, suhu belum mencapai yang terendah akhirnya tidur jadi lebih susah dah.

Nah, itu sebagian pendapat Mr. Kack, bagaimana mencapai tidur yang pulas. Ini sudah gue rasakan manfaatnya. Semoga juga bermanfaat bagi para pembaca. Disamping itu pola kebiasaan makan dan minum (contoh:alkoholik, perokok) juga dapat mempengaruhi efektifitas tidur. Lebih kurangnya maafinlah, just sharing kok...

----------
Tapi menurut gue pribadi, yang paling penting untuk tidur yang oke adalah bisa merem...blas...terus pules. Pikiran konsen untuk tidur nggak keluyuran kemana-mana. Nah yang nggak enak, merem... nggak berapa lama melek lagi, merem...sedikit agak lama melek lagi, wah puyeng kepala rasanya, bisa dijamin bangun pagi badan nggak fresh. Masih mending merem-melek, merem-melek (kegelian digelitikin tapak kakinya) kali yao...hehehe.

Ini informasi berdasarkan pengalaman pribadi, jika kita begadang/tidak tidur semalaman, pagi harinya (alangkah sangat) sebaiknya jangan mencoba mandi (mencoba aja nggak disarankan apalagi mandi beneran) apalagi ditambah terkena sinar matahari (sebelum tidur yang lumayan cukup) rasanya mau pingsan, kalau nggak percaya cobaain aja kendiri...

Cuma satu pertanyaan yang belum gue temuin di buku itu (bacanya belum selesai), adalah mengapa kalau kita berhutang tidur satu malam (misalnya), bayarannya nggak cukup satu malam saja ??? why? why? delilah?

No comments: